Kamis, 21 April 2011

Kami Juga Kartini Loh.....

Towew.....

Kemaren dapat surat instruksi dari kantor Pusat, katanya sih...buat karyawati di himbau untuk berpartisipasi dalam memperingati hari Kartini 21 April 2011, dengan mengenakan pakaian nasional ... mmm artinya toh, kita musti kebaya-an kan ????

Bete, bingung, kesel....
Huwaaa....masa kerja kebaya-an sih ? pasti bakalan ribet, susah jalan, macem-macem deh pikiran negatif berkecamuk..halah.....

Dan, mulai berniat jelek, gak pengen pake kebaya, mumpung petinggi-petinggi di kantor pada dinas luar....tapi ternyata, dari kantor wilayah nelpon, katanya ntar foto-foto karyawati wajib dikirim ke kantor wilayah.

Nah lo...mau gak mau kan ya...wajib, kudu, harus kebaya-an..
Kayak di gebrak gitu, masing-masing ngubek2 lemari, nyari kebaya buat di pake, ada yang kebaya nya kekecilan lah, kebaya lagi dipinjem lah...wkwkwkw.....ribut ndiri pokoknya...
yang anteng cuma SRI, doi tenang aja kayaknya tuh,,,,persiapannya udah mateng.

Berkat perenungan selama 24 jam, ternyata kebaya-an di 21 April, bukan hanya sekedar perintah, melainkan sebagai wujud terima kasih kita buat PAHLAWAN WANITA kita, yaitu RADEN AJENG KARTINI, yang mana, berkat kegigihan beliau memperjuangkan emansipasi wanita, kita bisa seperti sekarang ini, bisa sekolah, bisa bekerja, bisa usaha....

Coba, kalo gak ada blio, wanita-wanita Indonesia mungkin hanya mengerti soal memasak, menjahit, tanpa mengetahui hal-hal yang berharga lainnya.....

Inilah kami, yang akan terus melanjutkan tongkat estafet perjuanganmu dengan selalu belajar dan terus belajar, selalu berusaha, tanpa sedikitpun melupakan kodrat kami sebagai wanita.
Endah Yuliani

16 Juli
Ibu dari satu orang Putri
Call Center 123
Independent Consultant di Oriflame




Sulistiya Nengsih

27 Juni 
Ibu dari dua orang Putra (kembar)
Administrasi dan Keuangan
Independent Consultant di Oriflame






Siti Nurlaela

12 Februari
Call Center 123





Maya Lisna

22 April
Pelayanan Pelanggan
Independent Consultant di Oriflame





Eva Yulianti

28 Januari
Sekretariat & Kepegawaian





Sri Munarsih

29 Maret
Pelayanan Pelanggan
Independent Consultant di Oriflame




Dini Dahliani

21 Oktober
Penagihan & Pendapatan
Independent Consultant di Oriflame




Inilah kami yang selalu bangga dengan perjuanganmu wahai Ibu Kartini..
Inilah kami yang tidak akan pernah berhenti belajar
Inilah kami wanita-wanita yang bisa berkarir tanpa pernah melupakan kodrat sebagai seorang wanita (amin...insya Allah)

Kartini-an, kebaya-an, pastinya harus tampil cantik dunk ya....
make-up minimalis dengan produk ramah lingkungan...
cekidooot yawww.....

Kartini-an, Kebaya-an           April 2011

Kita mah, Oriflame sejati.....  \(^_^)/

Mo ngikut dandan ala kami ?

Kartini Itu Kita

Ibu kita Kartini
Putri Sejati
Putri Indonesia
Harum namanya

Raden Ajeng Kartini lahir pada 21 April tahun 1879 di kota Jepara, Jawa Tengah. Ia anak salah seorang bangsawan yang masih sangat taat pada adat istiadat. Setelah lulus dari Sekolah Dasar ia tidak diperbolehkan melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi oleh orangtuanya. Ia dipingit sambil menunggu waktu untuk dinikahkan. 
Kartini kecil sangat sedih dengan hal tersebut, ia ingin menentang tapi tak berani karena takut dianggap anak durhaka. Untuk menghilangkan kesedihannya, ia mengumpulkan buku-buku pelajaran dan buku ilmu pengetahuan lainnya yang kemudian dibacanya di taman rumah dengan ditemani Simbok (pembantunya).

Akhirnya membaca menjadi kegemarannya, tiada hari tanpa membaca. Semua buku, termasuk surat kabar dibacanya. Kalau ada kesulitan dalam memahami buku-buku dan surat kabar yang dibacanya, ia selalu menanyakan kepada Bapaknya. Melalui buku inilah, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir wanita Eropa (Belanda, yang waktu itu masih menjajah Indonesia). 
Beasiswa yang didapatkannya tidak sempat dimanfaatkan Kartini karena ia dinikahkan oleh orangtuanya dengan Raden Adipati Joyodiningrat. Setelah menikah ia ikut suaminya ke daerah Rembang. Suaminya mengerti dan ikut mendukung Kartini untuk mendirikan sekolah wanita. Berkat kegigihannya Kartini berhasil mendirikan Sekolah Wanita di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Ketenarannya tidak membuat Kartini menjadi sombong, ia tetap santun, menghormati keluarga dan siapa saja, tidak membedakan antara yang miskin dan kaya.

Pada tanggal 17 september 1904, Kartini meninggal dunia dalam usianya yang ke-25, setelah ia melahirkan putra pertamanya. Setelah Kartini wafat, Mr.J.H Abendanon memngumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT” yang artinya “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Saat ini mudah-mudahan di Indonesia akan terlahir kembali Kartini-kartini lain yang mau berjuang demi kepentingan orang banyak. Di era Kartini, akhir abad 19 sampai awal abad 20, wanita-wanita negeri ini belum memperoleh kebebasan dalam berbagai hal. Mereka belum diijinkan untuk memperoleh pendidikan yang tinggi seperti pria bahkan belum diijinkan menentukan jodoh/suami sendiri, dan lain sebagainya.
Kartini yang merasa tidak bebas menentukan pilihan bahkan merasa tidak mempunyai pilihan sama sekali karena dilahirkan sebagai seorang wanita, juga selalu diperlakukan beda dengan saudara maupun teman-temannya yang pria, serta perasaan iri dengan kebebasan wanita-wanita Belanda, akhirnya menumbuhkan keinginan dan tekad di hatinya untuk mengubah kebiasan kurang baik itu.

Belakangan ini, penetapan tanggal kelahiran Kartini sebagai hari besar agak diperdebatkan. Dengan berbagai argumentasi, masing-masing pihak memberikan pendapat masing-masing. Masyarakat yang tidak begitu menyetujui, ada yang hanya tidak merayakan Hari Kartini namun merayakannya sekaligus dengan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember.
Alasan mereka adalah agar tidak pilih kasih dengan pahlawan-pahlawan wanita Indonesia lainnya. Namun yang lebih ekstrim mengatakan, masih ada pahlawan wanita lain yang lebih hebat daripada RA Kartini. Menurut mereka, wilayah perjuangan Kartini itu hanyalah di Jepara dan Rembang saja, Kartini juga tidak pernah memanggul senjata melawan penjajah. Dan berbagai alasan lainnya.
Sedangkan mereka yang pro malah mengatakan Kartini tidak hanya seorang tokoh emansipasi wanita yang mengangkat derajat kaum wanita Indonesia saja melainkan adalah tokoh nasional artinya, dengan ide dan gagasan pembaruannya tersebut dia telah berjuang untuk kepentingan bangsanya. Cara pikirnya sudah dalam skop nasional.
Sekalipun Sumpah Pemuda belum dicetuskan waktu itu, tapi pikiran-pikirannya tidak terbatas pada daerah kelahiranya atau tanah Jawa saja. Kartini sudah mencapai kedewasaan berpikir nasional sehingga nasionalismenya sudah seperti yang dicetuskan oleh Sumpah Pemuda 1928.

Terlepas dari pro kontra tersebut, dalam sejarah bangsa ini kita banyak mengenal nama-nama pahlawan wanita kita seperti Cut Nya’ Dhien, Cut Mutiah, Nyi. Ageng Serang, Dewi Sartika, Nyi Ahmad Dahlan, Ny. Walandouw Maramis, Christina Martha Tiahohu, dan lainnya.

Mereka berjuang di daerah, pada waktu, dan dengan cara yang berbeda. Ada yang berjuang di Aceh, Jawa, Maluku, Menado dan lainnya. Ada yang berjuang pada zaman penjajahan Belanda, pada zaman penjajahan Jepang, atau setelah kemerdekaan. Ada yang berjuang dengan mengangkat senjata, ada yang melalui pendidikan, ada yang melalui organisasi maupun cara lainnya. Mereka semua adalah pejuang-pejuang bangsa, pahlawan-pahlawan bangsa yang patut kita hormati dan teladani.

Raden Ajeng Kartini sendiri adalah pahlawan yang mengambil tempat tersendiri di hati kita dengan segala cita-cita, tekad, dan perbuatannya. Ide-ide besarnya telah mampu menggerakkan dan mengilhami perjuangan kaumnya dari kebodohan yang tidak disadari pada masa lalu. Dengan keberanian dan pengorbanan yang tulus, dia mampu menggugah kaumnya dari belenggu diskriminasi.

Bagi wanita sendiri, dengan upaya awalnya itu kini kaum wanita di negeri ini telah menikmati apa yang disebut persamaan hak tersebut. Perjuangan memang belum berakhir, di era globalisasi ini masih banyak dirasakan penindasan dan perlakuan tidak adil terhadap perempuan.

Karena Kartini itu Kita, yang sangat menghargai perjuangan beliau untuk semua kaum wanita di Indonesia.
Karena Kartini itu Kita, yang selalu bersemangat dan tidak mudah putus asa.
Karena Kartini itu Kita, yang menuntut ilmu dan selalu mau belajar.
Karena Kartini itu Kita, yang mau turut bekerja mencari uang dan Membantu suami menambah penghasilan di rumah tangga
Karena Kartini itu Kita, yang masih mengingat kodratnya sebagai seorang wanita.
Karena Kartini itu Kita, yang bisa melakukan semua itu hanya dari rumah saja...

menyenangkan bukan   ?

YUK MARI TENGOK....

Rabu, 20 April 2011

` Bayi ku sayang, Ibu nya senang `

Bintang Hati April 2011
Walaupun saia belum punya bayi-bayi lucu, tidak ada salahnya kalo sedikit berbagi informasi dan tips tentang hal ini bukan .... ?

Punya bayi lucu dan menggemaskan, merupakan dambaan setiap keluarga...
Dan setiap orang tua pasti pengen memberikan yang paling terbaik untuk buah hatinya, baju yang bagus, mainan yang banyak, kasih sayang yang besar, ups ! ketinggalan satu lagi, yaitu produk perawatan buat buah hati yang pastinya aman dan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

> pH seimbang dan tidak menyebabkan alergi
> teruji secara dermatologis untuk kulit lembut
> ringan dan lembut untuk bayi dan juga anda

Dan dari produk Oriflame lah, anda akan mendapatkan produk tersebut dengan kualifikasi seperti tersebut di atas.

Monggo di tengok ya.....

 
Baby Refreshing Lotion

Formula yang berbahan dasar air dengan kadar wewangian rendah.
Lembut untuk digunakan setiap hari

(13768)

 
Baby Talc

Bedak yang telah teruji secara dermatologis sesuai untuk kulit lembut bayi anda.
Diformulasikan dengan ekstrak Linden yang menyejukkan

(12772)
Baby Oil

Sesuai untuk kulit lembut bayi anda.
Diperkaya dengan ekstrak Linden yang menenangkan dan vitamin E

(12762)







Baby Cleansing Bar

Sabun lembut untuk kulit bayi yang sensitif (dan Anda juga tentunya).
Dengan ekstrak Linden

(12777)







Mengetahui hal-hal penting itu, bukan berarti saat ini harus mempunyai bayi juga kan ? Hal ini bisa kita sharing dengan orang-orang terdekat kita ^_^

Beli produk-produk tersebut dengan harga discount.....
Jadikan bingkisan untuk mereka yang anda cintai ....

Salam,



sumber _Oriflame_